Jumat, 12 Oktober 2018

Menyiasati Tertib Ber-lalu Lintas


Oleh Syahrul sahrila

SEMARANG - Kecelakaan kembali menjadi perbincangan publik. Terutama untuk masyarakat sekitar Univeristas Diponegoro Semarang di daerah Tembalang. Kejadian kecelakaan lalulintas ini menimpa salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro khususnya mahasiswa Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kecelakaan ini terjadi pada pukul dua dini hari di daerah jalan Prof Soedharto, depan kampus Polines Semarang, yang merupakan kecalakaan individu. Hal ini terjadi karena korban menjalankan motornnya dengan kecepatan tinggi dan terjatuh sehingga mengalami luka yang cukup dalam. Korban dilarikan ke rumah sakit namun nyawa tidak bisa tertolong pada saat itu.

Bukan hal yang langka terjadi untuk kecelakaan lalulintas di semarang ini khususnya untuk wilayah kampus Universitas Diponegoro Tembalang Semarang. Kalimat ini bukan berarti menjadi doa terhadap masyarakat agar selalu terjadi kecelakaan setiap hari, minggu, atau bulannya. Tetapi, jika sikap dan perilaku dari masyarakatnya terutama mahasiswa dan masyarakat sekitar Undip Tembalang yang kurang menaati lalu lintas, kurang mengerti bahaya dari tidak menggunakan atribut saat berlalulintas, dan segala macam peraturan lalulintas lainnya yang tidak di patuhi, kecelakaan ini bukan tidak mungkin akan selalu terjadi di setiap waktunya.  Lalu, sebenarnya apa sih yang harus di siasati saat berkendara ?

Gunakan atribut keselamatan berkendara

Keselamatan berkendara menjadi hal yang paling utama dalam mengendarai kendaraan. Agar tetap aman saat berkendara, pengendaran diwajibkan untuk memakai atribut dalam berkendara seperti helm yang menajdi alat untuk melindungi kepala saat terjadi benturan. Tidak hanya helm saja, berbagai atribut penunjang lainnya perlu di perhatikan terutama untuk pengendara beroda dua seperti jaket, celana panjang, sepatu hingga sarung tangan perlu digunakan.

Kondisi fisik pengendara

Jika ingin berpergian baik jarak jauh maupun dekat, pastkan kondisi fisik dalam keadaan baik. 
Karena saat berkendara, harus membutuhkan stamina yang cukup baik. Kondisi fisik ini juga berpengaruh terhadap sikap kefokusan dalam berkendara juga. Maka dari itu poin ini juga merupakan hal yang perlu di perhatikan.

Tertib pada Lalu Lintas

Pengendara yang baik haruslah taat dengan lalu lintas yang berlaku di negara Indonesia. Jadilah pelopor keselamatan dengan menaati berbagai rambu lalu lintas yang ada di jalan. Karena dengan menaati lalu lintas, akan menjaga keselamatan diri sendiri dan keselamatan pengguna jalan yang lainnya.

Seperti halnya pada saat berada di rambu lampu lalu lintas, dimana lampu tersebut masih keadaan merah yang berarti semua pengendara harus berhenti tidak boleh menerobos jalan. Contoh lainnya seperti pada jalan yang ada Zebra Crossnya. Pengendara harus sudah menyiasati untuk menurunkan kecepatan dari kendaraanya agar para pejalan kaki bisa berjalan dengan tenang untuk menyebrangi jalan. Dan hal yang paling terpenting adalah jangan melawan arus lalu lintas karena hal tersebut bisa membahayakan diri sendiri bahkan orang lain.

Tidak hanya 3 poin diatas yang diperhatikan dalam berkendara, ada pula sikap dalam berkendara yang perlu disiasati.

Pertama, pengendara harus memiliki tanggung jawab yang baik. Baik itu kepada diri sendiri, orang di rumah, maupun orang disekitar. Karena sikap tanggung jawab dalam berkendara ini menimbulkan sikap yang berhati-hati saat berkendara. Tidak seenaknya menggunakan jalan lalu lintas yang ada.

Kedua, pengendara harus memiliki sikap sadar dalam berkendara. Sadar ini berarti sadar bahwa berkendara memiliki bahaya, sadar bahwa berkendara memiliki resiko yang besar terhadap terjadinya kecelakaan. Konsentrasi menjadi hal yang sangat mutlak dalam berkendara. Karena menurut Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, pasal 106 ayat 1 yang menyebutkan pengemudi harus berkendara dengan penuh konsentrasi.

Ketiga, pengendara harus sabar. Sabar ini berkaitan dengan bagaimana sikap pengendara dalam membaca situasi dalam mengemudi. Lebih berpikir kedepan walaupun sedang berburu-buru, kecepatan tinggi membuat resiko kecelakaan yang lebih tinggi karena keselamatan adalah hal yang nomor satu.

Keempat, pengendara harus memiliki rasa empati. Rasa empati ini kepada semua orang yang ada di sekeliling jalan lalu lintas saat mengemudi dan dapat membaca pergerakan dari pengemudi sekitar dan para pejalan kaki lainnya.

Inti dari beberapa poin perihal diatas, pengendara wajib untuk menaati segala macam peraturan lalu lintas yang ada. Karena peraturan ini dibuat agar terjadi ketertiban dalam berlalu lintas. Bukan hanya saat razia dari pihak kepolisian saja, tetapi pada saat berpergian kemanapun dan kapan pun harus menaati peraturan yang ada.



Kolom Berita (Universitas Diponegoro)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar